Photobucket

Mengetahui Perbedaan CMYK Dengan RGB

Oke kali ini saya akan membahas tentang perbedaan dan persamaan tersebut, CMYK adalah singkatan dari Cyan-Magenta-Yellow-blacK dan biasanya juga sering disebut sebagai warna proses atau empat warna.

Photobucket

5 Alasan untuk Kencan dengan Seorang Desainer Grafis

Desainer grafis terbiasa melakukan itu dalam setiap pekerjaan, dan hal yang sama juga akan dilakukan mereka dalam membangun sebuah hubungan. Enak bukan? Jika kamu adalah salah satu dari sekian banyak orang yang sering punya masalah dengan pasangan, desainer grafis adalah calon ideal yang patut dipertimbangkan untuk diajak berkencan.

Photobucket

Mencerahkan Wajah dengan Sekejap

Pasti teman-teman menginginkan wajah yang cerah dan bersih, tapi mau bilang apa ini adanya. :) ya meskipun tidak punya wajah yang cerah dan bersih di dunia nyata teman-teman bisa merealisasikan keinginan tersebut lewat photo.

Selasa, 15 Januari 2013

Cara Mencetak Photo Dengan Ukuran Tertentu di Photoshop

Pasti diantara teman-teman pernah mengalami kebingungan saat akan mencetak photo melalui photoshop, karena tidak tahu bagaimana mengatur ukuran dan resolusinya.
Siang ini saya akan berbagi sama teman-teman cara mengatur ukuran tersebut sebelum mencetak photo kesayangan kalian terlebih dahulu saya akan memberi tahu ukuran-ukuran yang biasa digunakan dalam mencetak di photoshop yaitu 2x3, 3x4, 4x6, 2R, 3R, 4R, 8R 10R 12R, dsb,?.
Oke langsung aja ya. 
  1. Buka aplikasi Adobe photoshop. Start – All programs – Adobe Photoshop.
  2. Pilih File – New dan akan tampak seperti gambar berikut.

Pada Kolom Preset Sizes isi dengan ukuran kertas foto yang akan teman-teman gunakan dalam proses printing.
Pada kolom Resolution biasanya akan otomatis tertera bilangan 300 pixel/inch, kalo defaultnya bukan 300 pixel/inch silakan setting.
Pilih Mode RGB Color.
Pada Tab Menu Contens pilih White.
3. Setelah Klik OK akan muncul Layer Background kosong dan ini nantinya akan digunakan sebagai   background foto-fotonya.


4.  Kemudian Pilih File – Open dan pilih foto yang akan di cetak.
5. Setelah file dibuka jangan di otak atik dulu kita langsung ke bagian tool yang ada di samping kiri layar dan cari tool bernama Croop Tool.




 Sesuaikan Width dan Height. Resolusi harus sesuai dengan layer background yang tertera pada langkah 2. Lihat gambar di atas. Di atas adalah contoh settingan untuk mencetak ukuran foto 3x4 cm.
6.    Setelah mengatur Width, Height, dan Resolution tekan Enter.
Kemudian gunakan crop tool untuk mengcrop daerah foto yang akan di cetak. Lihat gambar di bawah.  


7.    Setalah di crop dengan menekan enter kemudian drag kea rah layer background yang ada di sampingnya.
8.   Lakukan secara berulang jika teman-teman ingin memperbanyak fhoto yang akan dicetak dan jika teman-teman ingin menganti ukuran cukup ganti di bagian ini dengan ukuran yang diinginkan contoh 2cm x 3cm diganti ganti dengan 3cm x 4cm.


 Setalah selesai Klik File – Save jika ingin menyimpan hasil yang telah teman-teman buat atau Klik File –Print jika teman-teman ingin langsung print.?
Oh iya jika teman-teman masih bingung apa saja sih ukuran-ukuran foto dan satuannya. Berikut keterangannya :

Dalam CM Kode Dalam Inchi
6.35 x 8.89 2R 2.5 x 3.5
8.89 x 12.7 3R 3.5 x 5
10.6 x 15.24 4R 4 x 6
12.70 x 17.78 5R 5 x 7
15.24 x 20.32 6R 6 x 8
20.32 x 25 40 8R 8 x 10
25.4 x 30.5 10R 10 x 12
25.4 x 38.1 10R Plus 9.9 x 14.85
30.48 x 39.37 12R 12 x 15.5
40.64 x 50.80 16R 16 x 20
50.80 x 60.96 20R 20 x 24
60.96 x 80.01 24R 24 x 31.5
75 x 100 30R 30 x 40

Semoga Bermanfaat :)
 



Minggu, 13 Januari 2013

Cara Cepat Memisahkan Gambar Dari Background Menggunakan Magic Eraser Tool

Kali ini saya akan menjelaskan cara memisahkan gambar dari background dengan satu kali klik, tapi dalam mempraktekannya gambar yang akan dibuang background tersebut harus memiliki gambar lbacground yang polos, maksud polos disini yaitu gambar yang memiliki background satu warna tidak gradien. saya beri contoh gambarnya

Caranya :
Buka gambar tersebut dengan program photoshop, disini saya menggunakan photoshop CS2, namun bagi anda yang sudah menggunakan Photoshop CS caranya sama saja yaitu: [klik kanan] gambar > open with "pilih" Photoshop atau Start > All Program > Photoshop CS2 > Open > cari gambar yang diinginkan.
setelah itu anda ke bagian tolls cari gambar seperti dibawah ini :
Anda pilih tool dengan nama Magic Eraser Tool. Setelah itu tinggal klik aja bagian background yang akan mau dibuang. ini contohnya image yang telah dibuang backgroudnya

Gampangkan :)
ini berguna di saat anda ingin menggabungkan image tanpa harus terhalang oleh backgroudnya.


Mengetahui Perbedaan CMYK Dengan RGB

Apa sih perbedaan  CMYK dengan RGB, Mungkin kalimat tersebut sering terlintas di benak anda saat sedang melakukan desain cetak banner melalui Photoshop apalagi bagi yang pemula.:)
Oke kali ini saya akan membahas tentang perbedaan dan persamaan tersebut, CMYK adalah singkatan dari Cyan-Magenta-Yellow-blacK dan biasanya juga sering disebut sebagai warna proses atau empat warna. CMYK adalah sebuah model warna berbasis pengurangan sebagian gelombang cahaya (substractive color model) dan yang umum dipergunakan dalam pencetakan berwarna. Jadi untuk mereproduksi gambar sehingga dapat dicapai hasil yang (relative) sempurna dibutuhkan sedikitnya 4 Tinta yaitu: Cyan, Magenta, Yellow dan Black. Keempat tinta tersebut disebut Tinta / Warna Proses. Tinta Proses adalah tinta yang dipergunakan untuk mereproduksi warna dengan proses teknik cetak tertentu, seperti offset lithography, rotogravure, letterpress atau sablon. Berbeda dengan Tinta yang hanya digunakan satu lapisan (single layer), karena tinta yang digunakan dapat ditumpuk-tumpuk, maka sifat tinta proses harus memenuhi standard tertentu, seperti spesifikasi warna (dalam model warna CIELab) dan nilai Opacity/Transparency. biasanya penggunaan CMYK digunakan saat mencetak (printout) sebuah banner, dengan menggunkan CMYK maka  hasilnya printout bannernya akan sesuai dengan warna disaat anda mendesain gambar di photoshop.
Contoh Kombinasi Warna CMYK



Lain lagi dengan RGB adalah singkatan dari Red - Blue - Green adalah model warna pencahayaan (additive color mode) dipakai untuk "input devices" seperti scanner maupun "output devices" seperti display monitor, warna-warna primernya (Red, Blue, Green) tergantung pada teknologi alat yang dipakai seperti CCD atau PMT pada scanner atau digital camera, CRT atau LCD pada display monitor.

Apabila (Red - Blue - Green) ketiga warna tersebut dikombinasikan maka terciptalah warna putih inilah mengapa RGB disebut ‘additive color’ atau bahasa kerennya ‘warna pencahayaan’.  Warna RGB merupakan prinsip warna yang digunakan oleh media elektronik seperti televisi, monitor komputer, dan juga scanner. Oleh karena itu, warna yang ditampilkan RGB selalu terang dan menyenangkan, karena memang di setting untuk display monitor, bukan untuk cetak, sehingga lebih leluasa dalam bermain warna. Tapi bukan berarti RGB bebas masalah karena tampilan warna RGB akan selalu terikat dengan kapasitas/kemampuan grafis computer yang menyandangnya. Jadi apabila komputer yang kita pakai mempunyai graphic card yang bagus serta monitor LCD, maka tampilan warna RGBnya akan jauh lebih bagus dibanding monitor tabung dengan graphic card yang biasa-biasa saja.
dalam penggunaannya RGB biasanya digunakan hanya didisplay (tampilan monitor saja) seperti pemberian warna dasar header sebuah blog/website. 
Apabila anda inging membuat gambar yang akan di printout sangat tidak disarankan menggunakan RGB karena warna yang di cetak akan berbeda dengan warna saat mendesain gambar di photoshop.

Senin, 07 Januari 2013

Tutorial Menyeleksi Photo di Photoshop

Seleksi adalah tutorial photoshop untuk semua pengguna photoshop, baik pemula dan tingkat pro / mahir. Seleksi Photoshop sangat sering dipakai pada setiap penggunaan software pengolah grafis adobe photoshop dalam versi photoshop apa saja. Karena penggunaan tools seleksi sangat penting untuk mengedit, mengolah objek tertentu.

Seleksi pada photoshop dilakukan karena ada beberapa alasan, diantaranya :
  1. Meng-copy dan menghapus objek tertentu
  2. Mengedit, mengolah atau merubah warna pada objek terseleksi
  3. Melakukan segala interaksi proses desain menggunakan photoshop khusus pada objek terseleksi
  4. Membuat objek berdasarkan seleksi, misal membuat bulu untuk mempertebal bulu mata

Ada beberapa cara untuk melakukan sebuah seleksi
  1. Menggunakan tool pada marquee groups
  2. Menggunakan lasso tool
  3. Menggunakan polygonal lasso tool
  4. Menggunakan magnetic lasso tool
  5. Menggunakan quick selection tool
  6. Menggunakan magic wand
  7. Menggunakan quick mask
  8. Menggunakan patch tool
  9. Menggunakan pen tool
  10. Menggunakan shape tool
  11. Menggunakan channel
  12. Menggunakan path
  13. Menggunakan color range
Dapat Anda lihat bahwa seleksi mempunyai posisi istimewa pada software photoshop dengan adanya begitu banyak cara untuk membuat sebuah seleksi. Adobe corp mempertimbangkan bahwa seleksi adalah fungsi yang penting dalam software pengolah grafis photoshop dan harus bisa dilakukan dengan berbagai cara dan akses fungsi.

Hal-Hal yang perlu dipahami dalam Membuat seleksi
  1. Area seleksi bisa ditambah ( tekan SHIFT + klik / klik geser dengan tool seleksi ) dan dikurangi ( tekan ALT + klik / klik geser dengan tool seleksi )
  2. Untuk membuat seleksi area dengan hasil yang sesuai bisa menggunakan beberapa tool seleksi, jadi kita bisa gunakan kesemua tool seleksi dalam rangka membuat seleksi menjadi lebih baik.
  3. Seleksi bisa dihaluskan tepiannya
  4. Tepian sebuah seleksi bisa diatur ulang, caranya klik kanan pada seleksi menggunakan tool seleksi dasar > pilih refine edge. Atau pilih icon shortcut pada property bar pada ujung sebelah kanan ( biasanya di bawah menu help ).
  5. Seleksi bisa dipindah ( digeser ) dengan tool seleksi dasar ( magic wand, lasso tool dll ). Arahkan mouse di atas seleksi maka tool akan berubah iconnya, klik kemudian geser.
  6. Seleksi bisa ditransformasi ( diperbesar atau diperkecil ukurannya ), menggunakan tool seleksi dasar. Klik kanan pada area seleksi dan pilih Transform Selection
  7. Seleksi bisa dibuat menjadi sebuah work path ( tidak akan hilang secara otomatis saat membuat path baru menggunakan pen tool ). Demikian pula path juga bisa dibuat menjadi sebuah seleksi.
  8. Seleksi bisa dibuat menggunakan bentuk objek pada sebuah layer tertentu, caranya tekan CTRL sambil klik pada layer tertentu.
  9. Sebuat seleksi bisa dibalik. Caranya klik kanan pada seleksi menggunakan tool seleksi dasar, pilih select inverse. Atau gunakan Menu Select > Inverse [ CTRL + SHIFT + I ].
  10. Seleksi bisa dibuat dengan banyak cara. Cari tahu, kuasai dan Anda akan bisa membuat hasil karya unik dengan phothoshop.
Kemampuan seleksi pada photoshop adalah kemampuan dasar sekaligus kemampuan wajib yang harus dimiliki oleh setiap desainer terutama pengguna photoshop. Sekaligus penguasaan software grafis seperti photoshop adalah syarat wajib untuk menjadi seorang desainer grafis.

Property bar standart saat memilih tool seleksi
  1. New selection, digunakan untuk membuat seleksi baru saat klik mouse.
  2. Add to selection, digunakan untuk menambah / melebarkan area seleksi yang sudah ada.
  3. Substract from selection, digunakan untuk mengurangi / memotong area seleksi yang sudah ada.
  4. Intersect with selection, digunakan untuk membuat area seleksi baru berdasarkan perpotongan seleksi pertama dan kedua.
  5. Feather, berfungsi untuk mengatur transparansi pada tepi seleksi, tepian seleksi lebih halus.
  6. Klik pilihan anti-aliasing, berfungsi untuk mengurangi ujung seleksi yang bergerigi dan tidak rata.
  7. Refine edge, digunakan untuk mengatur tepian seleksi.
Pengguna photoshop sangat dimanjakan dengan adanya seleksi photoshop ini, seperti halnya menyimpan seleksi dan diambil saat dibutuhkan tanpa harus membuat seleksi yang sama berulang-ulang. Seandainya seleksi ini dapat dieksport menjadi sebuah file, tentu akan semakin menyenangkan menggunakan software ini. Seleksi yang sudah disimpan.

Cara Membuka Document Baru di Photoshop

Memulai Photoshop adalah rangkaian langkah-langkah bagi pemula yg ingin mempelajari mulai dari awal berisi panduan dasar menggunakan software desain grafis photoshop. Seperti perangkat lunak lainnya, untuk membuat suatu dokumen baru adalah menggunakan perintah File > New atau shortcut Ctrl + N. Kita perlu mengatur manual parameter dokumen tersebut agar sesuai dengan kebutuhan.

Pengaturan ini penting karena natinya akan mempengaruhi keseluruhan proses yang akan dijalankan pada photoshop, apa saja kegunaan pengaturan pada photoshop tersebut ?
  1. Menyesuaikan ukuran kertas cetak, sehingga pada saat proses cetak sudah sesuai dengan ukuran. Banyak orang menyangka bahwa gambar kecil (ukuran panjang dan lebar ) akan sama hasilnya jika diperbesar ( trasformasi / stretching ) saat dicetak. Dan parahnya adalah ini terjadi tanpa disadari. Bahkan gambar besar yang diperkecil ( trasformasi / stretching / image size / canvas size ) saja seringkali mengalami blur, kehilangan kualitas aslinya dan kesalahan transformasi jadi gepeng.Saya katakan blur sebenarnya sangat jarang terjadi, namun itu hal yang nyata adanya. Seperti pada saat edit pattern / background gambar dengan ukuran 500 di ubah menjadi 99%, misalnya. Hal ini terjadi karena ada titik warna / pixel yang hilang dan akhirnya ada proses penyama-rataan yang kurang baik.
  2. Berkaitan dengan kualitas ( resolusi ) gambar. Resolusi disini maksudnya adalah jumlah titik warna dalam satuan tertentu. Semakin banyak titik warna maka ketajaman gambar semakin baik. Resolusi ini ada karena photoshop bekerja pada lingkungan bitmap / titik warna. Baca artikel perbedaan bitmap dan vektor untuk memahami lebih lanjut.
Kembali pada topik memulai belajar photoshop, membuka photoshop dengan cara dobel klik ikon photoshop pada desktop atau klik Start > All Program > Adobe Photoshop ( Versi ) sudah pasti Anda ketahui. Sekarang kita sudah harus berada pada tampilan awal photoshop. Versi photoshop ada banyak namun kesemuanya memiliki kemiripan dalam tampilan awal, jadi Anda tidak perlu ragu untuk klik menu File > New atau shortcut CTRL + N. Maka muncul dialog box New Document.

Penjelasan masing-masing bagian
  1. Name: Nama file yang akan kita buat
  2. Preset : Ukuran dokumen yang sudah ada di Photoshop, seperti layaknya template. Anda bisa juga menyimpan preset yang sudah Anda atur sedemikian rupa sebagai template Anda sendiri dengan cara klik tombol save preset.
  3. Width dan Heigth : Ukuran panjang dan lebar dokumen dengan satuan pixels, inches, cm, mm, points
  4. Resolution : Jumlah titik warna / pixel dalam satu satuan ukuran, biasa dikenal dengan resolusi gambar.
  5. Color mode : Jenis mode warna, yang bisa kita pilih adalah: bitmap, grayscale, RGB color, CMYK color atau lab color. Secara umum biasa dipakai RGB.
  6. Background contents : Background dokumen. Kita bisa memilih putih, berwarna atau transparan.
Untuk gambar yang ingin dicetak sebaiknya menggunakan resolusi 150 px/cm ke atas, studio foto biasa menggunakan 300 px/cm. Jika untuk gambar digital, misalnya untuk wallpaper gunakan ukuran 150 px/cm, umum dipakai adalah 72 px/cm. Jika semua pengaturan dirasa cukup tekan tombol OK. Anda akan mendapatkan lembar kerja baru sesuai dengan yang anda inginkan.
Nah, tutorial di atas adalah untuk membuat dokumen baru. Lantas bagaimana untuk mengambil gambar dari explorer ke lembar kerja photoshop…? Caranya klik Menu File > Open. Cari dimana gambar Anda taruh, pilih dan klik OK. Atau masuk ke explorer, cari dimana file gambar anda taruh, klik dan geser arahkan ke taskbar photoshop sampai lembar kerja photoshop terbuka, lepaskan ( drop ) maka gambar sudah bisa di edit.